Musyafiran Akhir Tahun 2019 Memasuki Tahun 2020

SALAM SILATURRAHIIM DALAM MUSAFIRAN AKHIR TAHUN 2019 MEMASUKI TAHUN BARU 2020

MANFAAT DAN FUNGSI MUSAFIRAN

Masalah musafiran dalam agama Islam mendapat perhatian penting. Allah Swt dalam al-Quran memerintahkan manusia agar musafiran. Karena banyak hal yang dapat dipelajari dalam bepergian. Begitu juga yang ditekankan oleh ayat-ayat al-Quran. Salah satu penekanan al-Quran disebutkan dalam surat al-An’am ayat 11 :

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ.
Artinya :
Allah Swt berfirman, “Katakanlah, “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”

Istilah musafiran diambil dari bahasa Arab, Safar Pada intinya berarti mengungkap tabir dan menyingkap tirai, Tabir yang berasal dari luar Raghib Isfahani menulis,
سفر الامامة عن الرؤوس والخمر عن الوجه
“Safara al-‘Imamata ‘an ar-Ra’si wa al-Khimar ‘an al-Wajhi”. Artinya :
Menyingkirkan sorban dari kepala dan penutup dari wajah.

Bepergian atau Safar ini juga dibahas dalam ilmu Fiqih dan orang yang melakukannya disebut Musafir Pembahasannya terkait seseorang yang mukim kemudian melakukan perjalanan ke suatu tempat. Ada aturan tentang niat musafiran dari Musafir jarak perjalanan dan lama tinggal di tempat tujuan.

Namun yang akan dibahas di sini terkait substansi bepergian menurut ulama akhlak,, seorang ulama akhlak dalam karya menulis tentang bepergian sebagai berikut :

“Dengan melakukan musafiran, manusia akan terbebaskan dari apa yang ditakutinya dan akan meraih apa yang diinginkannya.”

Ulama tersebut telah menyinggung poin penting terkait musafiran,,

  • Perjalanan mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif dan meraih apa yang diinginkan.
  • Musafiran menjauhkan rasa takut dari dirinya dan menggantikannya dengan sesuatu yang diinginkannya.
  • Musafiran mengajarkan manusia menjauhkan diri dari urusan yang tidak biasa dan menggantikannya dengan hal-hal yang dapat mengantarkannya kepada kesempurnaan ZUHUD.
  • Musafiran Menurut Al-Quran dan Hadist :

Ketika seseorang melangkahkan kakinya keluar dari rumah atau kotanya, ia akan merasakan manfaat yang banyak,,, Manfaat itu akan semakin bertambah, bila perjalanan itu dibarengi dengan niat baik dan punya tujuan spiritual diataranya yaitu INSYAALLOH jadi wasilah zuhud seperti maqolah dibawah ini :

ومن تقليل العلا ئق الدنيا الغرباء

Artinya :
Salah satu cara untuk mensedikitkan ketergantungan hati kita pada dunia adalah Musafir

Sedemikian pentingnya, sehingga al-Quran berkali-kali mewasiatkan manusia untuk melakukan musafiran. Menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah dan memikirkan akibat yang dialami oleh bangsa-bangsa terdahulu merupakan berkah yang ada dalam perjalanan.

Berikut ini tiga ayat al-Quran yang menekankan pentingnya bepergian.

  1. Katakanlah, “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu”.
  2. Katakanlah, “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa”.
  3. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul).

Selain manfaat yang disebutkan al-Quran, masih banyak manfaat lainnya bepergian menurut Hadis seperti berikut :

  1. Kesegaran

Musafiran terbukti punya peran penting dan positif bagi kesehatan jiwa dan badan manusia. Perubahan cuaca dan suasana sangat membantu bagi kesehatan manusia. Ketika jiwa manusia gembira dengan kondisi baru, dengan sendiri badannya juga membaik dan lebih segar.

Rasulullah Saw bersabda,

سافروا تصحوا
Musafiranlah kalian maka kalian akan sehat

2. Kematangan

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak melakukan perjalanan dapat menumbuh kembangkan rasio seseorang. Karena siapa saja yang bepergian akan menyaksikan pemandangan yang indah, memahami cara pandang dan berpikir orang di kota lain dan mengetahui kelebihan dan kekurangan sebuah masyarakat,, Pengenalan ini sangat membantu pertumbuhan cara berpikir seseorang tanpa harus membuka buku-buku yang tebal dan melelahkan.

Rasulullah Saw dengan indah mengingatkan kita akan pentingnya Musafiran :

سافروا فإنكم ان لم تغنمو مالا افدتم
عقلا
Artinya :
Bepergianlah… Sesungguhnya bila dalam perjalanan itu kalian tidak mendapatkan harta,,, setidaknya pengetahuan kalian bertambah

3. Pelajaran

Musafiran membuat manusia mengenal nasib dan peninggalan orang-orang sebelumnya. Sejatinya, pengenalan ini merupakan guru palling penting bagi manusia. Karena perjalanan merupakan satu upaya manusia mengkaji perilaku masyarakat sebelumnya, dimana sejarah menuliskan kembali nasib mereka. Inilah pelajaran terbesar yang disampaikan berulang kali oleh al-Quran.

Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya.

4. Kesabaran

Musafiran mengajarkan manusia untuk lebih sabar menghadapi segala kesulitan, sehingga mampu menaklukkannya. Karena siapa pun yang bepergian bakal menghadapi banyak kesulitan, dan untuk mengatasinya dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Dengan demikian, menghadapi masalah untuk sementara waktu merupakan latihan yang tepat bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

5. Persahabatan

Persahabatan dua orang atau lebih dapat diuji dari perjalanan bersama yang dilakukan. Bepergian memberikan kesempatan kepada seseorang untuk saling menguji satu sama lainnya, sehingga dapat mengetahui kadar loyalitas dan persahabatan. Itulah mengapa Imam Ali A.S berkata,

السفر ميزان الأخلاق
Artinya :
Musafiran itu parameter akhlak.

Sebagian hukama’ berkata, “Jangan sebut orang itu temanmu sebelum mengujinya dengan tiga hal :

  1. Perhatikan kemarahannya,, apakah membawanya dari kebenaran menuju kebatilan ?
  2. Ujilah dengan uang dinar atau dirham.
  3. Musafirlah bersamanya.”

Dalam ucapannya, hukama’ tersebut menekankan bahwa bepergian dapat menjadi parameter untuk menilai seorang sahabat yang hakiki

6. Keuntungan

Tak diragukan bahwa dalam bepergian, selain manfaat maknawi yang didapat, terkadang juga menguntungkan secara materi,,,, Ekonomi dunia berkembang lewat perdagangan, Artinya terjadi perjalanan dari satu daerah ke daerah yang lain begitu juga dari satu negara ke negara yang lain. Dalam ajaran Islam juga ditekankan kepada manusia agar ke luar rumah dan berusaha keras,, dlm satu sisi Karena tidak mungkin hanya diam di rumah dan menanti nikmat materi dan non materi dari Allah Swt.

Al-Quran dalam surat al-Jumu’ah ayat 10 punya ta’bir yang sangat indah terkait masalah ini :

Allah Swt berfirman, “Maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Rasulullah Saw bersabda :

سافروا تصحوا وترزقوا
Bepergianlah, maka kalian akan sehat dan akan di beri rizqi.

Manfaat bepergian tidak dapat dibatasi dengan penjelasan ini. Dalam pembahasan selanjutnya tentang bepergian dalam Islam, kita akan menemukan banyak manfaat lain. Namun berikut ini sedikit penjelasan tentang bepergian dalam Islam agar dapat dipahami pentingnya masalah ini.

Rasulullah Saw bersabda, “Allah menyayangi para musafir.” Dan dalam banyak tempat, Rasulullah senantiasa menyebut kasih sayang Allah kepada orang yang musafiran. Dengan demikian dapat dipahami bahwa bila bepergian dengan niat yang baik dan sesuai dengan syariat bakal menurunkan rahmat Allah.

Rasulullah Saw bersabda, “Bila manusia mengetahui rahmat Allah kepada musafir, maka mereka segera bergegas untuk melakukan musafiran. Sesungguhnya Allah sangat mengasihi musafir.”

Dalam sebuah hadis lain disebutkan, “Barang siapa yang menolong seorang musafir mukmin, Allah Swt akan menghilangkan 73 kesedihan darinya, melindunginya dari kegalauan baik di dunia dan akhirat dan menolongnya dari kesedihan besar di hari ketika orang zalim menggigit jarinya.

Banyak juga penekanan kepada mereka yang bepergian agar saling memperhatikan dan membantu satu dengan yang lain. Penekanan khusus ini semakin menunjukkan posisi penting bepergian dalam Islam.

Rasulullah Saw bersabda, “Ketika dua orang berjalan bersama, maka yang paling mendapat pahala lebih banyak dan lebih dicintai Allah adalah yang paling memperhatikan dan mengasihi temannya.

Pada kesempatan musafiran tahun ini, rombongan dari Pondok Pesantren Biba’afadlrah berangkat dengan jumlah 5 unit mobil, dipimpin langsung oleh Ibu Nyai Hj. Luluk Rifqoh dan keluarga Ndalem keberangkatan musafiran dimulai dari pondok pada hari senin pukul 19.00

MUDAH2AN DENGAN KUASA KEHENDAK ALLOH SWT.
KASIH SAYANG MUROBBI RUUHINA DAN BAROKAH PERTOLONGAN KELUARGA DALAM SEMUANYA

  1. KITA DIBERI SELAMAT DALAM MUSAFIRAN TAHUN INI SECARA LAHIR DAN BATHIN DAN KENDARAN KITA SEMUA
  2. DIBERI MAQBUL SEMUA AKTIVITAS YANG KITA LAKUKAN DALAM MUSAFIRAN INI, SEHINGGA BETUL-BETUL MEMBAWA BAROKAH MANFAAT UNTUK DIRI KITA DAN KELUARGA KITA KHUSUSNYA UMUMNYA UNTUK WARGA PONDOK DAN UMMAT SEMUA AMIIN YA ROBBAL AALAMIIN
  3. MUDAH-MUDAHAN KITA SELURUHNYA DIPERNAHKAN DALAM BERSIH HATI DARI PENYAKIT2 HATI KOTORAN2 HATI, DLM TAQWA, DALAM TUJUAN HANYA PADA ALLOH SWT. DALAM MA’RIFAT PADA ALLOH SWT, DALAM CINTA PADA ALLOH SWT. DAN HAJAT-HAJAT KITA SECARA LAHIR BATHIN DALAM PEANGABULAN ALLOH SWT.

AL-AQSA,
KLATEN.

31 Desember 2019
Pkl 06.00

share this :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *