Pengajian Rutin Ahad – Kitab Al-Hikam

Pengajian Kitab Al-Hikam oleh KH. Ahmad Hasan

Al-Hikam – Bab Warid – Maqolah 77-79

Bismillahirrahmanirrahiim

Perlu kita pahami dan kita sadari maqolah ini, dan insyaallah jika kita pahami dan sadari akan menimbulkan cahaya pada diri kita.

Kita sering melihat ada beberapa orang yang suka berpuasa, senin-kamis, yaumul bidh, puasa daud. Ada yang diberi mau dan mampu berpuasa setiap hari.

Ada juga sekelompok orang yang suka sholat, yang namanya sholat sunah itu suka sekali, lebih-lebih suka melakukan sholat malam.

Ada juga sekelompok orang yang suka bersedekah, baik sedekah dijalan, sedekah terhadap tetangganya, ataupun infaq dan jariyah. Hal ini sudah menjadi suatu adat kebiasaan dan merupakan kesenangan bagi orang-orang tersebut.

Pun ada orang yang suka dengan wirid, wirid istighfar, pembacaan sholawat dengan jumlah bilangan tertentu.

Mengapa kelompok orang tersebut diatas sangat suka suluk kepada Allah dengan jalannya masing-masing?

Jawaban dari pertanyaan tersebut menurut Syeikh Ibnu Atho’illah, “jadi amalan-amalan yang dijalankan orang orang dengan dasar keyakinan penyebabnya adalah Warid”.
Jadi semisal ada orang yang sehari-harinya suka membaca Qur’an, waktu luangnya diisi dengan membaca Al-Qur’an saja, bahkan tidak ada waktu untuk mengamalkan amalan yang lain, hal ini dikarenakan Warid yang telah turun terhadap orang tersebut sehingga menimbulkan orang tersebut terdorong untuk menyukai Al Qur’an.

Begitu pula apabila ada orang yang menyukai wirid, baik itu membaca istighfar, tahmid, tahlil, takbir hal ini adalah tak lepas dari telah turun nya Warid dari Allah terhadap orang yang dikehendaki.

Apakah warid itu? dan apa yang menimbulkan seseorang bisa diberi Warid?

Warid adalah suatu cahaya yang diberikan oleh Allah SWT kepada tiap-tiap hambaNya, dengan wasilah anugerah Warid yang diberikan Allah terhadap hati hambaNya maka orang itu akan menjadi suka melakukan amalan-amalan tertentu yang bisa menjadikan wushul kepada Allah SWT. (Al-Hikam, 62-64)

Apa yang mampu menimbulkan Warid? selain tentu saja Anugerah dari Allah SWT warid dapat diperoleh dengan melakukan wirid.
Ketika sesorang memiliki wirid tertentu, atau suka bergaul dengan orang-orang yang sudah dikasih Warid, maka kita akan mendapatkan barokah dari orang yang sudah mendapatkan warid tersebut.
Contohnya apabila kita suka berkumpul dengan orang yang suka sholat malam, maka kita akan mendapatkan barokah dari orang tersebut sehingga kita ikut suka melakukan amalan sholat seperti orang orang yang disekitar kita.
Hal ini adalah karena wirid dari kesukaan kita terhadap berkumpunya dengan orang orang yang suka melakukan amalan sholat.

Begitu pula dengan waridnya orang yang suka melakukan puasa, sedekah dan lain sebagainya. Barokah dari orang-orang tersebut yang suka melakukan amalan-amalan itu mampu membarokahi kita dan menarik kita untuk itu menjalankan amalan-amalannya.

Dan masih banyak jalan lagi untuk mendapatkan Warid.
Apabila kita semua dan para mustami’ sekalian suka wirid dengan membaca kitab hikam seperti ini, suka memperhatikan hati kita sendiri, maka insyaallah akan menimbulkan Warid, dampak positif dari Allah SWT memancarkan cahaya kepada hati kita semua, sehingga kita sangat senang muhasabah, suka memperhatikan pola dan perilaku hati kita sendiri. Ketika kita melakukan salah otomatis beristighfar, ketika habis marah-marah, uneg-uneg, tidak suka dengan teman, dalam hatinya ada ketidakcocokan dengan teman otomatis bisa beristighfar. Ketika dalam hatinya muncul rasa bangga diri, sombong dan lain sebagainya otomatis bisa beristighfar. Inilah merupakan efek positif dari suka mempelajari ilmu hati yang dieroleh dari Kitab Hikam. Dan tiba tiba Allah SWT memberikan Warid seperti itu.

Oleh sebab itu marilah kita berikhtiar untuk bersilaturrahim kepada orang-orang yang melakukan kebaikan, suka berkumpul dengan orang suka membaca Al Qur’an, berkumpul dengan orang yang suka wirid, berkumpul dengan orang yang suka bermuhasabah, suka berkumpul dengan orang ingin wushul kepada Allah SWT insyaallah kita akan mendapatkan berkah Warid dari orang tersebut.

Setiap kita senang dengan seseorang maka otomatis orang tersebut mencuri perhatian kita, hakikatnnya ketika kita suka maka akan berusaha meniru segala perilaku orang yang kita sukai.
Dan apabila sebaliknya, benci, mengecam dan tidak suka maka kita tidak akan pernah mendapatkan berkah kelebihan yang telah Allah SWT berikan kepada orang tersebut.

Bahkan kita akan jauh dari perbuatan baik yang telah Allah SWT anugerahkan kepada mereka. Na’udzubillahimin Dzalik

Perilaku ini penting kita sadari, pahami dan dikerjakan oleh seluruh orang yang nyantri , yang riyadloh dan yang bertabarruk di Pondok ini.
Supaya apa? supaya kita semua terhadap apa yang disukai oleh teman, sahabat, saudara, kerabat yang lain tidak meremehkan tidak merendahkan. Dan supaya kita tidak merasa lebih dari yang lain, tidak lebih merasa terhormat, lebih hebat, tidak merasa lebih mulia, tidak merasa lebih baik.
Jika kita selamat dari merasa lebih dari mereka, maka kita akan selamat dari penyakit penyakit hati.


Ahad, 12 Januari 2020
18.20 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *